Siklus panen.
Siklus panen adalah fase penting dalam pertanian urban, saat perencanaan matang dan praktik inovatif berbuah hasil. Dalam siklus ini, tanaman dipantau dari penanaman hingga matang, memastikan kondisi tumbuh optimal melalui teknologi canggih. Setiap tahap, dari perkecambahan hingga panen, dijadwalkan hati-hati untuk memaksimalkan hasil dan kualitas. Dengan sensor cerdas, petani melacak kelembapan, ketersediaan nutrisi, dan faktor lingkungan, memungkinkan penyesuaian presisi yang meningkatkan kesehatan tanaman. Siklus ini menekankan efisiensi sekaligus praktik berkelanjutan, agar setiap panen berkontribusi positif bagi ekosistem. Dengan melibatkan komunitas, kami menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang produksi pangan dan dampaknya bagi kehidupan urban.

Periode tumbuh dan tahapannya
Tahap 1
6 × 10 cm (jarak antar tanaman dalam satu kanal × antar kanal). Setiap kanal berisi 40 lubang tanam. Jarak vertikal antar tingkat pada tahap ini 30 cm.
Tahap 2
10 × 10 cm (jarak antar tanaman dalam satu kanal × antar kanal). Setiap kanal berisi 24 lubang tanam. Jarak vertikal antar tingkat pada tahap ini 30 cm.
Tahap 3
20 × 10 cm (jarak antar tanaman dalam satu kanal × antar kanal). Setiap kanal berisi 12 lubang tanam. Jarak vertikal antar tingkat pada tahap ini 40 cm.
Tahap 4
20 × 20 cm (jarak antar tanaman dalam satu kanal × antar kanal). Setiap kanal berisi 12 lubang tanam. Jarak vertikal antar tingkat pada tahap ini 40 cm.
Proses panen dan penyimpanan.
Panen dilakukan berdasarkan permintaan. Berat rata-rata selada sekitar 100 g per batang. Setelah dipanen, selada disimpan di chiller pada suhu 2–5°C dengan kelembapan tinggi untuk menjaga kesegaran. Produksi: ± 30 kg per minggu.

Varietas budidaya
Jukhyung
Varietas stroberi Jukhyung dikenal karena warna merah cerah dan kemanisan istimewa. Kultivar ini tumbuh baik di lingkungan terkendali, dengan pola pertumbuhan kompak yang memaksimalkan ruang. Setiap kanal dengan 40 lubang tanam pada densitas 6 × 10 cm memastikan akses cahaya dan nutrisi. Jarak vertikal 30 cm antar tingkat meningkatkan sirkulasi udara, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan kualitas buah. Stroberi Jukhyung tidak hanya lezat tetapi juga berproduksi tinggi, pilihan utama petani urban.
Baeskul
Varietas stroberi Baeskul terkenal karena rasa luar biasa dan warna cerah. Kultivar ini berkembang di sistem hidroponik dengan nutrisi optimal dan kondisi lingkungan terkendali. Setiap kanal menampung 40 lubang pada densitas 6 × 10 cm, memakai ruang dan sumber daya secara efisien. Jarak vertikal 30 cm antar tingkat mendorong sirkulasi udara sehat dan mengurangi penyakit jamur. Stroberi Baeskul menarik secara visual dan hasil tinggi, favorit petani urban yang ingin memaksimalkan panen.
Merry Queen
Varietas stroberi Merry Queen dihargai karena rasa istimewa dan penampilan menawan. Kultivar ini tumbuh di sistem pertanian vertikal dengan densitas 6 × 10 cm untuk paparan cahaya dan penyerapan nutrisi optimal. Setiap kanal memiliki 40 lubang tanam agar tanaman punya ruang cukup. Jarak vertikal 30 cm antar tingkat mendorong sirkulasi udara yang baik, penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas buah. Stroberi Merry Queen memanjakan lidah dan berproduksi tinggi, pilihan preferensi pertanian urban.